peristiwa tagged posts

Pejabat Ojk Dan 13 Korporasi Jadi Tersangka peristiwa Korupsi Jiwasraya

No comments

Beliau merupakan tamatan Sarjana Akuntansi dari Universitas Brawijaya di Malang tahun 1994 dan meraih menggelar Master Management SDM dibanding Universitas Sebelas Maret pada Solo tahun 2007. Beliau menjabat sebagai Direktur Terpenting PT PP Tbk berdasarkan Keputusan RUPS Tahunan Tahun Buku 2019 tanggal 4 Juni 2020.

Lulus dibanding Universitas Islam Indonesia Yogyakarta bidang Teknik Sipil di tahun 1991, kemudian melanjutkan S2 Universitas Bina Nusantara bidang Manajemen Strategis dalam tahun 2013. Ada 3 kegiatan utama pada tahap evaluasi yaitu menganalisis semua unsur internal dan eksternal, mengukur kinerja, serta menentukan tindakan perbaikan. Membuat strategi segar untuk menyesuikan dengan perkembangan lingkungan eksternal. Mengaplikasikan serta mengevaluasi strategi yang disepakati dengan efektif dan hemat. Komisaris Utama harus memberi dan mengkoordinasi pekerjaan pengawasan di antara para anggota Dewan Komisaris, memimpin rapat Dewan Komisaris dan menyubstitusi Dewan Komisaris dalam profesi dengan pihak luar Sidang Komisaris. Dewan Komisaris mesti memastikan independensi fungsi audit internal dan auditor eksternal.

Korporasi menetapkan peran serta tanggung jawab Direksi dan Dewan Komisaris serta memantau dan mengevaluasi kinerja kedua organ tersebut sesuai dengan peran dan tanggung jawabnya masing-masing. Direksi dan Jawatan Komisaris bekerja sama secara erat untuk kepentingan korporasi. Direksi dan Dewan Komisaris mempertanggungjawabkan peran dan tanggung jawabnya masing-masing kepada Rapat Umum Pemegang Saham. Bila Anda mempunyai pertanyaan hal produk dan layanan Bank Jatim atau ingin mengantarkan Informasi, Saran, Pengaduan yang dapat memperbaiki kinerja kami, silakan mengisi formulir dibawah.

Anggota Direksi dengan mempunyai aktivitas sampingan pada luar korporasi, baik padat waktu maupun paruh waktu, harus mendapatkan persetujuan dari Dewan Komisaris. Anggota Direksi dan para karyawan kudu menghindari perbuatan meminta / menerima dari pihak ke-3 pembayaran atau keuntungan unik untuk dirinya sendiri / orang lain atau yang memberikan keuntungan kepada kelompok ketiga secara melanggar patokan. Dalam rangka mempertahankan keberlanjutan korporasi, Direksi harus menghalalkan dipenuhinya tanggung jawab sosial korporasi. Pada saat mengisi posisi manajerial dalam korporasi, Direksi harus mempertimbangkan unsur non-diskriminatif dan memberikan teknik yang sama kepada semata calon tanpa membedakan umat, agama, ras, golongan & jender. Direksi harus menghalalkan bahwa semua peraturan perundang-undangan yang berlaku dan syarat internal korporasi dipatuhi. Keikutsertaan dan Tanggung Jawab Direksi dan Dewan Komisaris adalah Prinsip Kedua dari 10 Prinsip Governansi Korporat Nusantara.

Dewan Komisaris harus setuju risk appetite korporat & memantau secara berkala potret risiko korporat. Dewan Komisaris harus mengusulkan kepada dan untuk diputuskan oleh RUPS pengangkatan dan/atau pemberhentian anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris. Dalam mengusulkan sesuatu diatas, Dewan Komisaris kudu memperhatikan unsur non sektarian dan memberikan kesempatan dengan sama tanpa membedakan suku, agama, ras, antar golongan dan jender. Disamping ini, Dewan Komisaris berwenang untuk memberhentikan sementara anggota Pimpinan, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bersama-sama beserta Direksi, Dewan Komisaris mesti memastikan adanya perencanaan poin panjang untuk pergantian anggota Direksi dan anggota Jawatan Komisaris di masa nun jemah.

Menjabat sebagai Direktur Sistem 2 PT PP Tbk berdasarkan Keputusan RUPS Tahunan Tahun Buku 2018 tanggal 30 April 2019. Sira merupakan lulusan Sarjana Sistem Sipil dari Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta tahun 1991 dan meraih melebarkan Master Teknik dari Institue Teknologi Bandung di Bandung tahun 2003. Menjabat sebagai Direktur Operasi 1 PT PP Tbk berdasarkan Kata putus RUPS Tahunan Tahun Lektur 2018 tanggal 30 April 2019. Beliau merupakan tamatan Sarjana Teknik Sipil dibanding Universitas Indonesia di Depok tahun 1993 dan mengait gelar Master Construction Project Management dari HAN University di Belanda tahun 2005. Menjabat sebagai Direktur Per-ekonomian & Risk Management PT PP Tbk berdasarkan Kata putus RUPS Tahunan Tahun Buku 2018 tanggal 30 April 2019.